Aino Indonesia

Sebagai Anggota Aktif ITS Indonesia, Aino Indonesia Siap Mendukung Implementasi Transportasi Cerdas di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Cita-cita pembangunan Ibu Kota baru di Indonesia sudah digagas sejak 1957 oleh Bung Karno. Hingga pada akhirnya, Pemerintah Indonesia merealisasikan melalui Perpres Nomor 64 Tahun 2022 Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara Tahun 2022 – 2024.

Dalam perencanaan tata ruang, IKN mengusung konsep Forest Smart City of Indonesia yang diharapkan sebagai pusat kota yang berstandar global. Dilansir Tempo, proyeksi pertumbuhan penduduk di IKN pada Tahun 2045 mencapai 1,7 – 1,9 juta jiwa. Tentu untuk mendukung aksesibilitas dan konektivitas antara penduduk – pemerintah – infrastruktur publik lainnya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari 2024, 2035 dan 2045. 

Saat ini Pemerintah sudah bekerja sama dengan Akademisi, NGO, Badan Usaha Milik Pemerintah atau Swasta untuk merancang infrastruktur berbasis teknologi, seperti Big Data, IoT, hingga teknologi robotik yang berbasis humanis, seperti yang disampaikan oleh Bapak Bambang Susantono (14/7) selaku Kepala Otorita IKN pada Webinar bertemakan “Merancang Transportasi Cerdas di Ibukota Nusantara” yang diselenggarakan oleh Intelligent Transportation System (ITS) Indonesia.

Dalam diskusi webinar tersebut, salah satu target yang harus dicapai untuk persiapan pembangunan IKN adalah 80% perjalanan dilakukan menggunakan transportasi publik. Arus mobilitas menjadi poros utama untuk mendukung kegiatan ekonomi dan bisnis, mulai dari perbelanjaan, perkantoran, kantor pemerintahan hingga infrastruktur lain yang nantinya diharapkan dapat diakses cukup 10 menit. Dalam mewujudkan visi tersebut perlu mempersiapkan infrastruktur berbasis teknologi sebagai pondasi, salah satunya adalah e-Payment sebagai metode pembayaran yang lebih efisien, cepat, dan higienis.

Direktur PT Aino Indonesia, Syafri Yuzal yang juga selaku Kepala Bidang Monitoring & Evaluasi dari ITS Indonesia menjelaskan ada beberapa hal yang dapat dipersiapkan dalam menyongsong pembangunan IKN, terutama mempermudah mobilitas dan akses pembayaran dengan menerapkan konsep Sistem Pembayaran Berbasis Akun.

“Sistem Pembayaran & Tiket berbasis Akun merupakan salah satu metode pembayaran baru pada transportasi publik. ABT (Account-Based Ticketing) memudahkan proses pembayaran penumpang hanya cukup menempelkan kartu atau memindai alat bayar, alat bayar atau token tersebut akan terhubung dengan akun dari sumber dana, seperti Tabungan, Kredit, e-Money dan Dompet Digital. Metode pembayaran ini dapat digunakan untuk perjalanan transportasi multimoda (beragam jenis moda transportasi publik) hingga pembayaran Tol, ERP dan Parkir”, jelas Syafri Yuzal.

Adapun, multimoda yang dimaksud meliputi MRT, BRT, LRT, Bike Sharing, Parking hingga Tol nantinya akan terhubung dengan Centralised Command Center & Clearing House yang terpusat di ITS HUB dan telah terintegrasi dengan layanan sumber dana seperti Perbankan, Penerbit Uang Elektronik dan Institusi Keuangan lainnya.

Nantinya, metode Account-Based Ticketing ni juga akan menerapkan sistem profiling yang akan mempermudah bagi pihak pengelola untuk memberikan layanan bagi kategori penduduk yang diutamakan serta meningkatkan efektivitas perjalanan.

Jadwalkan Konsultasi Gratis

Isi data diri Anda untuk konsultasi Gratis. Tim kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Jadwalkan Assesment Gratis

Isi data diri Anda untuk konsultasi Gratis. Tim kami akan segera menghubungi Anda kembali.

Hitung Potensi Pendapatan Parkir Properti Anda

Dapatkan akses ke kalkulator eksklusif untuk mengestimasi potensi revenue tambahan yang dapat diperoleh melalui pengelolaan parkir yang lebih optimal.

Data Anda hanya digunakan oleh tim Aino Indonesia untuk follow-up konsultasi.
Kami tidak akan membagikan informasi Anda ke pihak ketiga.