Jakarta, 7 Oktober 2022 – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meresmikan penerapan tarif integrasi transportasi publik pada Jumat, 7 Oktober 2022 lalu. Peresmian yang dilaksanakan di Stasiun MRT ASEAN Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini menandai berlakunya tarif integrasi transportasi secara resmi bagi pengguna tiga moda transportasi, yaitu MRT Jakarta TransJakarta, dan LRT Jakarta. Dengan tarif integrasi tersebut, pengguna dapat melakukan perjalanan selama 180 menit dengan berpindah-pindah moda transportasi hanya dengan tarif maksimal 10.000 saja.
“Ini merupakan perjalanan panjang untuk menerjemahkan satu kata menjadi eksekusi satu kota, itu tuntas pada sore hari ini. Satu kata, yakni kata integrasi. Ini adalah ikhtiar panjang yang melibatkan begitu banyak orang bukan hanya dari penyiapan infrastruktur fisik, tetapi juga pengelolaannya dan sistem pembayarannya,” ujar Anies Baswedan.
Anies menambahkan bahwa integrasi transportasi ini tidak hanya mengenai tarif transportasi, tetapi juga mencakup aspek pengelolaan dan sistem pembayarannya. Sistem pembayaran transportasi di DKI Jakarta ini menerapkan account-based ticketing yang dapat mengidentifikasi profil pengguna. Dengan penerapan teknologi tersebut, tarif yang berlaku akan disesuaikan dengan profil pengguna transportasi umum. Ia juga menegaskan bahwa sistem tersebut hanya berlaku di empat tempat di dunia, yaitu Jakarta, London, Singapura, dan Hongkong.
Peresmian tersebut menjadi penanda inovasi baru, yaitu tarif integrasi sudah dapat digunakan melalui kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank seperti Flazz BCA, Brizzi BRI, Tapcash BNI, JakCard DKI, dan E-Money Mandiri setelah dimutakhirkan di mesin balance check terminal (BCT) di stasiun MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan halte Transjakarta menjadi Kartu Transportasi JakLingko.
Masyarakat juga dapat menikmati tarif integrasi ini dengan membeli tiket dan melakukan pembayaran melalui aplikasi JakLingko. Untuk saat ini, terdapat 2 jenis metode pembayaran yang diterima, yaitu dengan Fello dan juga QRIS.
Tarif integrasi ini berlaku bagi pengguna yang memesan tiket lebih dari satu moda transportasi melalui aplikasi JakLingko. Pengguna akan dikenai biaya awal sebesar Rp 2500,- di moda transportasi yang pertama. Kemudian, pengguna akan dikenai tarif Rp 250,- per kilometer dengan plafon tarif maksimal Rp10.000,- dalam satu kali perjalanan menggunakan aplikasi JakLingko. Apabila pengguna hanya menggunakan 1 moda transportasi, tarif yang berlaku adalah tarif yang saat ini telah diterapkan di masing-masing operator.
Pada tarif integrasi transportasi ini, Aino Indonesia berkontribusi dalam mengembangkan aplikasi dan juga manajemen sistem pembayarannya bersama dengan mitra strategis Jatelindo Perkasa Abadi, Thales dan Lyko. Melalui layanan Mobility-as-a-Service (MaaS) di aplikasi tersebut, pengguna akan semakin dimudahkan dalam melakukan rencana perjalanan. Aplikasi JakLingko akan menampilkan rekomendasi berdasarkan rute tercepat dan rute termurah pada fitur Journey Planner. Dengan demikian, mobilitas pengguna menjadi semakin seamless karena terhubung dalam satu genggaman.
Isi data diri Anda untuk konsultasi Gratis. Tim kami akan segera menghubungi Anda kembali.
Isi data diri Anda untuk konsultasi Gratis. Tim kami akan segera menghubungi Anda kembali.
Dapatkan akses ke kalkulator eksklusif untuk mengestimasi potensi revenue tambahan yang dapat diperoleh melalui pengelolaan parkir yang lebih optimal.
Data Anda hanya digunakan oleh tim Aino Indonesia untuk follow-up konsultasi.
Kami tidak akan membagikan informasi Anda ke pihak ketiga.